Penerbit Lima Aksara Dukung Inovasi Dosen dalam Menghidupkan Kembali Seni Lokal Desa Pendowokumpul

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, seni, dan budaya lokal, Penerbit Lima Aksara memberikan dukungan penuh terhadap gerakan kreatif yang digagas oleh para dosen, yakni M. Syaifuddin, S.M., M.A., Ashlihah, M.M., Safiil Maarif, M.Pd., dan Kahan Tony Hendrawan, M.Pd. Gerakan ini menjadi langkah nyata dalam menghidupkan kembali kesenian lokal yang mulai tergerus perkembangan zaman.

Salah satu karya monumental yang berhasil diwujudkan adalah Tari Tayub Tepangan, sebuah tarian hasil kreasi kolaboratif antara para dosen, mahasiswa, serta pemuda Karang Taruna Kartha Bahrata Desa Pendowokumpul, Kecamatan Sukorame. Tari ini lahir dari proses kreatif yang memadukan riset budaya, eksplorasi artistik, serta semangat pelestarian tradisi lokal yang dikemas dengan pendekatan inovatif dan relevan bagi generasi masa kini.

Tidak hanya berhenti pada proses penciptaan, karya ini juga telah resmi memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai bentuk pengakuan atas nilai orisinalitas dan kontribusi intelektual para penciptanya. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam upaya menjadikan Tari Tayub Tepangan sebagai identitas budaya sekaligus alat branding Desa Pendowokumpul.

Ke depan, pengembangan tari ini akan dilanjutkan melalui program bertajuk “Mewujudkan Sustainable Cultural Ecosystem Seni Tayub Tepangan melalui Rekarakterisasi Tari, Musik, dan Penguatan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Pendowokumpul.” Program ini merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Program ini diharapkan mampu membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan melalui revitalisasi karakter tari dan musik lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat desa. Dengan demikian, seni tradisi tidak hanya menjadi warisan yang dijaga, tetapi juga sumber daya produktif yang mampu memberikan nilai sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat.

Dukungan Penerbit Lima Aksara terhadap gerakan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan dunia penerbitan dapat melahirkan inovasi budaya yang berdampak luas. Semangat ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus merawat dan mengembangkan kekayaan seni budaya Nusantara agar tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah perubahan zaman.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *